Rabu, 01 Juni 2011

satlan_kegagalan_1


SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING BIDANG BIMBINGAN KARIR
DI SMP
A.
Judul Materi
:
Semangat dalam Menghadapi Kegagalan
B.
Bidang Bimbingan                              
:
Karir
C.
Fungsi Layanan
:
Pemahaman
D.
Komponen layanan/ Jenis Layanan
:
Layanan dasar / layanan  informasi
E.
Tujuan Layanan
:
1.    Siswa dapat mengetahui bahwa dalam kehidupannya pasti akan menghadapi kegagalan
2.    Siswa dapat mempersiapkan diri apabila dalam kehidupannya kelak khususnya dalam hal karir dapat menghadapai kegagalan dan pantang menyerah tidak putus asa
F.
Hasil yang ingin dicapai
:
Siswa menyadari bahwa dalam setiap pekerjaan atau karir pasti akan menghadapi kesulitan, kegagalan dan hambatan namun dengan kondisi seperti itu siswa akan lebih termotivasi dan tetap bersemangat
G.
Metode
:
Penjelasan, diskusi, tanya jawab
H.
Alokasi Waktu
:
2 x 40 menit
I.
Sasaran
:
Kelas VII
J.
Alat perlengkapan
:
Alat tulis, Whiteboard, Boardmarker, powerpoint
K.
Referensi
:
Leonardo al-Ghazi, Iwa Sumpena. 2009. Masalahku Sahabatku. Klaten: Wafa Press
L.
Rencana Penilaian
:
1.    Penilaian Proses : Interaksi ceramah dan tanya jawab
2.    Penilaian hasil : pemahaman tentang motivasi bimbingan karir di sekolah
M.
Rencana tindak lanjut
:
Bimbingan kelompok
N.
Deskripsi Proses
:



PERTEMUAN I
PERTEMUAN II
ESTIMASI WAKTU
1.   Mengkondisikan kelas agar suasana kondusif dan siswa bisa fokus pada materi yang akan disampaikan, yaitu dengan pemberian ice breaking sebentar.
2.   Perkenalan diri praktikan pada  siswa.
3.   Menyampaikan apa tujuan yang diharapkan pada pertemuan ini tentang materi Semangat Menghadapi Kegagalan sesuai dengan tujuan yang tertera di atas.
1.    Mengkondisikan kelas agar suasana kondusif dan siswa bisa fokus pada materi yang akan disampaikan
2.    Menyampaikan tujuan untuk menindak lanjuti sesi pertama kemarin, yaitu agar siswa dapat mempersiapkan kegagalan dan tahu apa yang harus dilakukan ketika kegagalan itu sedang menimpa dirinya.
10 menit
1.   Praktikan menampilkan dan membacakan slide power poin materi yang sudah disiapkan.
2.   Setelah itu, siswa ditunjuk secara acak, agar menjawab pertanyaan yang muncul dalam slide, dan siswa yang lain juga disuruh menyiapkan jawaban.
3.   Refleksi dari siswa, dengan menunjuk beberapa siswa untuk menceritakan apa maksud yang terkandung dalam cerita tersebut?
1.   Praktikan meminta siswa untuk membacakan jawaban dari penugasan dari pertemuan sebelumnya.
2.   Semua jawaban/ hasil tugas siswa ditampung dan ditulis di papan tulis.
3.   Setelah itu, praktikan menanyakan kembali kepada siswa apa yang harus dilakukan ketika mengalami kegagalan, dan dengan menunjuk jawaban-jawaban yang ada di papan tulis.
20 menit
1.    Praktikan menarik kesimpulan dari hasil diskusi dari siswa dan membuat penegasan maksud dari cerita tersebut, tanpa menyalahkan jawaban siswa.
2.    Membuka sesi tanya jawab, untuk memberi kesempatan siswa jika ada yang kurang jelas.
3.    Penugasan mandiri untuk pertemuan yang akan datang, ”Apa yang akan kamu lakukan jika kamu mengalami kegagalan?”
1.   Praktikan membuat ringkasan hasil diskusi dan melengkapi dengan hasil temuan praktikan tentang apa yang seharusnya dilakukan jika mengalami kegagalan.
2.   Membuka sesi  tanya jawab yang kedua, memberi kesempatan siswa untuk bertanya jika kurang jelas.
10 menit






                                                                                                                                            











Yogyakarta, 13 Maret 2011
Mengetahui,

Dosen Pembimbing,
Praktikan,





Fathur Rahman, M.Si
Lilik Inung Prawitasari
NIP. 19781024 200212 1 005
NIM. 08104241028


MATERI
            Di suatu sore, tampak seorang remaja tengah berada di sebuah taman umum. Dari raut wajahnya tampak kesedihan, kekecewaan, dan frustrasi yang menggantung di sana. Dia berjalan dengan langkah gontai dan kepala tertunduk lesu. Ia lalu duduk di kursi taman dan menghela napas panjang.
            Saat itu tiba-tiba pandangan matanya terpaku pada gerakan seekor laba-laba yang sedang membuat sarangnya di atas ranting sebatang pohon dekat tempat dia duduk. Dengan perasaan iseng dan kesal, diambilnya sebatang ranting dan sarang laba-laba itu pun menjadi korban kejengkelan dan keisengannya. Semua dirusak tanpa ampun. Kemudian perhatiannya teralih sementara untuk mengamati reaksi si laba-laba. Dalam hati ia ingin tahu, kira-kira apa yang akan dikerjakan laba-laba setelah saangnya hancur oleh tangan isengnya. Apakah laba-laba akan lari terbirit-birit atau dia akan membuat kembali sarangnya ditempat lain?
            Pertanyaan itu tidak membutuhkan waktu yang lama untuk dijawab, karena si laba-laba langsung kembali ke tempatnya semula. Si laba-laba mulai mengulangi kegiatan yang sama. Laba-laba itu merayap, merajut, dan melompoat. Setiap helai benang dipintalnya dari awal, semakin lama semakin lebar, dan hampir menyelesaikan pembuatan sarang barunya.
            Setelah menyaksikan usaha si laba-laba yang sibuk bekerja lagi dengan penuh semangat memperbaiki dan membuat sarang baru, kembali ranting pemuda beraksi dengan tujuan menghancurkan sarang tersebut untuk kedua kalinya. Dengan perasaan puas dan ingin tahu, diamati lagi bagaimana reaksi si laba-laba kali ini. Apa gerangan yang akan dikerjakannya setelah sarangnya dirusak orang kedua kalinya?
            Ternyata untuk ketiga kalinya si laba-laba mengulangi kegiatannya. Ia kembali memulai dari awal dengan bersemangat. Si laba-laba kembali merayap, merajut, dan melompat dengan setiap helai benang yang dihasilkan dari tubuhnya, memintal membuat sarang yang baru sedikit demi sedikit.
            Begitu melihat dan mengamati ulah laba-laba yang tetap membangun sarangnya yang telah hancur untuk ketiga kalinya, saat itulah si remaja menjadi tersadar. Tidak peduli berapa kali sarang laba-laba dirusak dan dihancurkan, sebanyak itulah pula laba-laba membangun sarangnya kembali dengan giat bekerja tanpa mengenal lelah. Semangat binatang kecil ini sungguh luar biasa!
            Hal itu menimbulkan perasaan malu pada diri si remaja. Dia teringat pada dirinya yang baru saja mengalami satu kegagalan, tapi sudah putus asa dan lesu. Tapi kini setelah melihat semangat pantang menyerah si laba-laba, dia pun berjanji dalam hati, “Aku tidak pantas mengeluh dan putus asa karena telah mengalami satu kali kegagalan. Aku harus bangkit lagi! Tidak peduli berapa kali kegagalan itu menghampiriku, aku akan terus berjuang dengan lebih giat dan siap mengubah kegagalan menjadi keberhasilan. Seperti semangat laba-laba kecil ini yang membangun sarangnya kembali yang rusak tanpa pernah berputus asa!”
Sumber :
Leonardo al-Ghazi, Iwa Sumpena. 2009. Masalahku Sahabatku. Klaten: Wafa Press

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar